Venice Biennale ke-61 (Italia) Ini adalah “Olimpiade-nya dunia seni.” Tahun 2026, pameran ini kembali dengan tajuk yang sangat emosional. Tema Utama: “In Minor Keys” (Dalam Kunci Minor). Kurator: Koyo Kouoh.
Apa yang menarik? Pameran ini akan menonjolkan suara-suara yang selama ini “sayup-sayup” atau kurang terdengar di panggung global (seperti seniman dari belahan bumi selatan/Global South).
Jadwal: 9 Mei – 22 November 2026.

Simfoni Senyap di Kota Kanal: Menelusuri Venice Biennale ke-61 “In Minor Keys”
Oleh: JETSPIN88
Pada Tanggal: 30/01/2026
Venesia, kota yang berdiri di atas air dan sejarah, kembali bersiap menjadi episentrum kreativitas global. Venice Biennale ke-61, yang secara resmi akan dibuka dari 9 Mei hingga 22 November 2026, bukan sekadar pameran seni rupa biasa. Di dunia seni, acara ini menyandang predikat “Olimpiade Seni Rupa”—sebuah ajang di mana batas-batas negara, politik, dan identitas melebur dalam kanvas, instalasi, dan performa.
Tahun ini, di bawah arahan kuratorial Koyo Kouoh, Biennale hadir dengan tajuk yang sangat puitis namun provokatif: “In Minor Keys” (Dalam Kunci Minor). Sebuah judul yang mengajak kita berhenti sejenak dari hingar-bingar narasi besar dunia untuk mendengarkan nada-nada yang selama ini terabaikan.
I. Koyo Kouoh: Sang Kurator dari Selatan
Pemilihan Koyo Kouoh sebagai direktur artistik adalah sebuah pernyataan politik dan budaya yang kuat. Kouoh, yang dikenal melalui karyanya di Zeitz MOCAA (Museum Seni Kontemporer Afrika) di Cape Town, membawa perspektif yang segar dan tajam.
Dalam visinya, “In Minor Keys” bukan tentang kesedihan, melainkan tentang kekuatan dalam kelembutan. Jika sejarah dunia sering ditulis dalam “Kunci Mayor” yang dominan, keras, dan menang, maka Kouoh ingin membawa kita ke sisi lain—ke narasi yang bersifat introspektif, marginal, dan sering kali dianggap sebagai “gangguan” dalam simfoni utama kekuasaan.
II. Membedah Tema: “In Minor Keys”
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan “Kunci Minor” dalam konteks seni rupa 2026?
1. Suara dari Belahan Bumi Selatan (Global South)
Fokus utama tahun ini adalah memberikan panggung seluas-luasnya bagi seniman dari Afrika, Amerika Latin, Asia Tenggara, dan komunitas adat. Selama berabad-abad, narasi seni rupa dunia didominasi oleh perspektif Barat. Melalui “In Minor Keys”, Biennale ke-61 mencoba meruntuhkan hegemoni tersebut. Kita akan melihat bagaimana seniman dari pedalaman Amazon atau pesisir Afrika menerjemahkan isu iklim dan sejarah kolonial melalui medium yang tidak terduga.
2. Estetika yang “Sayup-Sayup”
Seni kontemporer sering kali terjebak dalam skala yang megah dan mencolok (spectacle). Kouoh justru menantang para seniman untuk kembali ke skala manusia. Banyak karya yang akan ditampilkan bersifat efemeral (sementara), halus, atau bahkan hampir tidak terlihat. Ini adalah ajakan bagi pengunjung untuk mempertajam indra dan empati mereka.
3. Bahasa sebagai Medium Pembebasan
Tema ini juga mengeksplorasi bahasa-bahasa yang hampir punah dan dialek-dialek lokal yang tidak pernah masuk ke dalam teks resmi negara. Karya-karya berbasis suara (sound art) diprediksi akan mendominasi paviliun-paviliun utama di Giardini dan Arsenale.
III. Sorotan Utama: Paviliun dan Instalasi
Paviliun Pusat (The Central Pavilion)
Di sini, Kouoh mengumpulkan karya-karya yang secara eksplisit membahas tentang pemulihan (healing). Salah satu instalasi yang paling ditunggu adalah karya kolaboratif seniman tekstil dari Mali yang merajut ribuan lembar kain bekas menjadi sebuah “paru-paru raksasa” yang bergerak mengikuti detak jantung pengunjung.
Paviliun Indonesia: Membawa “Rasa” ke Venesia
Meskipun detailnya masih dirahasiakan, paviliun Indonesia dikabarkan akan mengusung tema tentang kearifan lokal dalam menghadapi krisis pangan. Dengan pendekatan yang sangat intim, seniman kita akan mencoba menunjukkan bagaimana “Kunci Minor” masyarakat agraris Indonesia adalah kunci kelangsungan hidup di masa depan.
Arsenale: Labirin Identitas
Ruang Arsenale yang luas dan gelap akan diubah menjadi labirin yang menampilkan instalasi video dan proyeksi cahaya. Fokusnya adalah pada isu migrasi dan identitas gender di wilayah-wilayah konflik. Di sini, pengunjung tidak hanya melihat seni, tetapi dipaksa “merasakan” ketidakpastian yang dialami oleh mereka yang hidup di garis batas.
IV. Relevansi Global: Mengapa Harus Sekarang?
Tahun 2026 adalah tahun di mana dunia masih meraba-raba arah setelah berbagai guncangan geopolitik dan ekonomi. Venice Biennale ke-61 hadir sebagai ruang kontemplasi.
Di tengah kebisingan media sosial dan algoritma yang memecah belah, “In Minor Keys” menawarkan sebuah frekuensi yang berbeda. Ia mengingatkan kita bahwa kekuatan sejati sering kali tidak ditemukan pada mereka yang berteriak paling keras, melainkan pada mereka yang bertahan dalam kesunyian, mereka yang merawat tradisi, dan mereka yang berani bermimpi di bawah tekanan.
V. Panduan bagi Pengunjung
Bagi Anda yang berencana mengunjungi Venesia antara Mei hingga November 2026, berikut adalah beberapa tips untuk menikmati Biennale:
-
Waktu Terbaik: Kunjungi pada bulan September atau Oktober. Cuaca lebih sejuk, dan kerumunan turis musim panas mulai berkurang.
-
Durasi: Jangan mencoba melihat semuanya dalam satu hari. Sisihkan minimal dua hari: satu hari untuk Giardini (taman paviliun nasional) dan satu hari untuk Arsenale (kompleks galeri memanjang).
-
Transportasi: Gunakan Vaporetto (bus air) jalur 1 atau 2 untuk akses termudah ke lokasi pameran.
-
Aplikasi Resmi: Pastikan mengunduh aplikasi Biennale 2026 yang akan menyediakan panduan audio gratis untuk setiap karya utama.
VI. Kesimpulan: Menuju Harmoni Baru
Venice Biennale ke-61 “In Minor Keys” adalah sebuah pengingat bahwa seni adalah bahasa universal yang mampu menjangkau sudut-sudut jiwa yang paling gelap sekalipun. Di bawah tangan dingin Koyo Kouoh, Venesia 2026 akan menjadi saksi bagaimana dunia seni merayakan kerapuhan sebagai kekuatan.
Ini bukan hanya pameran bagi para kolektor atau kritikus seni, tetapi bagi siapa saja yang percaya bahwa ada keindahan di balik sesuatu yang terpinggirkan. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari simfoni besar ini.

