Poetcore (Gaya Penyair): Tren paling hits tahun ini. Menggabungkan vest, blouse berenda, turtleneck, dan kacamata klasik. Gayanya terlihat intelektual, romantis, namun tetap modern (terinspirasi estetika penyair klasik).

Poetcore: Manifesto Romantisme Intelektual dalam Mode Dunia 2026
Oleh: MELEDAK77
Pada Tanggal: 17/01/2026
Dunia mode selalu menjadi cermin dari kondisi psikologis masyarakatnya. Setelah bertahun-tahun didominasi oleh gaya minimalis yang dingin dan fungsionalitas teknologi tinggi, tahun 2026 menyaksikan kebangkitan sebuah gerakan estetika yang jauh lebih lembut, kontemplatif, dan emosional: Poetcore. Lebih dari sekadar tren pakaian, Poetcore adalah sebuah ode untuk sastra, sejarah, dan keinginan manusia untuk kembali ke kedalaman makna. Ia menggabungkan romansa abad ke-19 dengan ketajaman intelektual modern, menciptakan siluet yang unik, berkarakter, dan sangat pribadi.
1. Apa itu Poetcore? Akar Filosofis di Balik Tren
Poetcore, atau sering disebut sebagai “Gaya Penyair,” adalah estetika yang menarik inspirasi dari citra para pujangga besar zaman Romantisme seperti Lord Byron, John Keats, hingga sosok penyair modern yang melankolis. Estetika ini berfokus pada narasi bahwa “setiap orang adalah puisi yang sedang berjalan.”
Di tengah dunia 2026 yang serba AI dan otomatis, Poetcore hadir sebagai bentuk perlawanan diam-diam. Jika teknologi menawarkan kecepatan, Poetcore menawarkan kontemplasi. Jika media sosial menuntut kesempurnaan visual yang artifisial, Poetcore merayakan keindahan dalam ketidaksempurnaan—seperti noda tinta di ujung jari atau kerutan alami pada kain linen yang sudah lama disimpan.
2. Anatomi Gaya: Membedah Komponen Utama Poetcore
Untuk mencapai tampilan Poetcore yang autentik namun tetap relevan untuk gaya hidup kekinian, ada beberapa elemen kunci yang saling bersinergi:
A. Blouse Berenda dan Kerah Tinggi (The Romantic Blouse)
Inti dari Poetcore adalah penggunaan atasan yang memiliki tekstur. Blouse dengan bahan silk atau linen yang lembut, dilengkapi dengan detail renda (lace) di bagian kerah atau manset tangan, memberikan kesan klasik yang kuat. Kerah turtleneck yang tipis juga sering digunakan sebagai lapisan dalam untuk memberikan kesan misterius dan intelektual.
B. Vest dan Tekstur Maskulin-Feminin
Salah satu kunci Poetcore adalah permainan gender yang cair. Penggunaan vest (rompi) berbahan wol atau tweed di atas blouse berenda menciptakan kontras yang menarik. Ini mengingatkan kita pada gaya berpakaian para pelajar sastra di Oxford atau Cambridge pada masa lampau, namun dengan potongan yang lebih modern dan ramping.
C. Mantel Panjang dan Cardigan Rajut
Di tahun 2026, trench coat panjang dengan bahan yang jatuh atau oversized cardigan menjadi pelengkap wajib. Pakaian luar ini berfungsi sebagai “perisai” yang memberikan kesan pelindung sekaligus dramatis, seolah-olah Anda siap untuk berjalan di bawah rintik hujan sambil memikirkan baris puisi berikutnya.
D. Aksesori: Kacamata Klasik dan Tas Buku
Aksesori adalah pembeda utama Poetcore dari gaya vintage lainnya. Kacamata berbingkai bulat atau tortoiseshell memberikan kesan intelektual yang instan. Tas yang digunakan biasanya berbentuk tas kurir (messenger bag) atau tas kulit yang cukup besar untuk membawa buku catatan dan pena, menekankan bahwa gaya ini adalah tentang substansi, bukan sekadar gaya.
3. Palet Warna: Antara Bumi dan Melankoli
Warna-warna Poetcore di tahun 2026 menghindari warna neon atau warna sintetis yang mencolok. Palet yang digunakan adalah Earth Tones dan warna-warna redup yang menenangkan:
-
Sepia dan Cokelat Tua: Memberikan kesan antik seperti kertas perkamen lama.
-
Hijau Lumut (Moss Green): Mencerminkan kedekatan dengan alam dan ketenangan hutan.
-
Putih Gading (Ivory): Lebih lembut daripada putih murni, memberikan kesan “berumur” yang elegan.
-
Deep Indigo: Untuk memberikan sentuhan kedalaman dan misteri malam.
4. Mengapa Poetcore Meledak di Tahun 2026?
Kebangkitan Poetcore bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor sosiologis yang mendorong tren ini menjadi “hits” paling besar tahun ini:
Kelelahan Digital (Digital Fatigue)
Manusia di tahun 2026 mulai merindukan sesuatu yang bisa disentuh (taktil). Poetcore yang mengandalkan bahan alami seperti wol, linen, dan katun memberikan kenyamanan sensorik yang tidak bisa diberikan oleh dunia digital.
Gerakan Literasi Baru
Ada kebangkitan minat pada buku fisik dan penulisan jurnal manual. Memakai gaya Poetcore adalah cara seseorang menunjukkan identitasnya sebagai individu yang menghargai pemikiran mendalam di tengah arus informasi yang dangkal.
Etika Keberlanjutan (Sustainability)
Poetcore sangat mendukung budaya thrifting dan penggunaan kembali barang lama. Gaya ini mendorong orang untuk membeli pakaian berkualitas tinggi yang tahan lama dan memiliki cerita, daripada mengikuti fast fashion yang cepat dibuang.
5. Cara Menerapkan Poetcore dalam Keseharian
Anda tidak perlu terlihat seperti pemain teater untuk mengikuti tren ini. Berikut cara adaptasi Poetcore yang kekinian:
-
Padu Padan Modern: Gunakan blouse berenda Anda dengan celana bahan high-waist atau bahkan denim gelap untuk kesan yang lebih kasual.
-
Sepatu yang Tepat: Sepatu loafers atau bot kulit dengan ujung bulat adalah pasangan sempurna untuk menjaga keseimbangan antara gaya klasik dan kenyamanan kota.
-
Rambut dan Riasan: Gaya rambut yang sedikit berantakan (effortless) dan riasan wajah yang natural (warna-warna hangat) akan menyempurnakan kesan romantis yang dicari.
Kesimpulan: Seni Menjadi Diri Sendiri
Poetcore adalah bukti bahwa di masa depan yang serba canggih, sisi kemanusiaan kita yang paling puitis tetap memiliki tempat. Ia mengajarkan kita untuk melambat, membaca lebih banyak, dan berpakaian seolah-olah hidup kita adalah sebuah karya seni yang berharga. Di tahun 2026, menjadi modis berarti menjadi intelektual, romantis, dan berani menunjukkan sisi lembut kita melalui sehelai blouse berenda dan sepasang kacamata klasik.

