Circular Fashion: Pasar barang bekas (resale) seperti The RealReal tumbuh 3x lebih cepat daripada pasar barang baru. Memakai barang vintage atau upcycled kini dianggap lebih bergengsi daripada barang baru.

Revolusi Sirkular: Mengapa Barang Bekas Menjadi Masa Depan Kemewahan di Amerika
Oleh: JETSPIN88
Pada Tanggal: 11/02/2026
Selama dekade terakhir, industri fashion dituduh sebagai salah satu polutan terbesar di dunia. Namun, pada tahun 2026, narasi tersebut mulai berbalik. Laporan pasar terbaru menunjukkan bahwa sektor resale (penjualan kembali) tumbuh tiga kali lebih cepat dibandingkan sektor ritel fashion tradisional. Fenomena ini bukan sekadar upaya penghematan biaya, melainkan sebuah perubahan nilai budaya: di Amerika saat ini, mengenakan sesuatu yang memiliki “sejarah” jauh lebih bergengsi daripada mengenakan sesuatu yang baru saja keluar dari pabrik.
1. Kebangkitan Raksasa Resale: Kasus The RealReal
Platform seperti The RealReal, Poshmark, dan ThredUp telah mengubah persepsi masyarakat terhadap barang bekas. Jika dulu membeli barang bekas identik dengan toko thrift yang berdebu dan beraroma apek, kini platform digital telah menyulapnya menjadi pengalaman belanja mewah yang terkurasi.
The RealReal khususnya, telah berhasil membangun kepercayaan melalui proses otentikasi yang ketat. Di tahun 2026, algoritma AI yang dipadukan dengan keahlian kurator manusia memastikan bahwa setiap tas Hermès atau jam tangan Rolex yang dijual kembali adalah asli. Keberhasilan mereka terletak pada penyediaan aksesibilitas terhadap kemewahan yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus memberikan rasa aman bagi pembeli.
2. Pergeseran Psikologi Konsumen: Dari Kepemilikan ke Kurasi
Mengapa konsumen Amerika, terutama Gen Z dan Milenial, kini lebih memilih barang vintage?
-
Keunikan (Anti-Mainstream): Di dunia yang didominasi oleh produksi massal, risiko bertemu orang lain mengenakan baju yang sama sangatlah tinggi. Barang vintage menawarkan eksklusivitas alami. Hanya ada satu gaun Chanel dari tahun 1994, dan jika Anda memilikinya, Anda memegang potongan sejarah yang tidak bisa dibeli di toko ritel mana pun.
-
Status Kesadaran Lingkungan: Di tahun 2026, kemewahan tanpa etika dianggap ketinggalan zaman. Mengenakan pakaian upcycled atau bekas adalah pernyataan politik yang halus bahwa si pemakai peduli terhadap jejak karbon. Sustainability is the new chic.
-
Nilai Investasi: Fashion sirkular mengajarkan konsumen untuk melihat pakaian sebagai aset. Mereka membeli barang berkualitas tinggi dengan pemahaman bahwa barang tersebut dapat dijual kembali dengan harga yang stabil atau bahkan lebih tinggi di masa depan.
3. Upcycling: Seni Menciptakan Nilai dari Sisa
Selain resale, tren Upcycling (daur ulang kreatif) juga mencapai puncaknya. Desainer-desainer independen di Brooklyn dan Los Angeles kini menggunakan material dari koleksi lama desainer ternama untuk menciptakan potongan baru yang radikal.
Misalnya, jaket yang dibuat dari gabungan sisa kain denim Levi’s vintage dan syal sutra Burberry bekas kini bisa dibanderol dengan harga ribuan dolar di butik-butik kelas atas. Upcycling bukan lagi tentang “memperbaiki yang rusak,” melainkan tentang rekayasa estetika yang memberikan jiwa baru pada material yang seharusnya berakhir di tempat pembuangan sampah.
4. Dampak Terhadap Merek Mewah Tradisional
Ledakan fashion sirkular memaksa merek besar seperti Gucci, Louis Vuitton, dan Prada untuk beradaptasi. Alih-alih melawan pasar barang bekas, banyak dari mereka yang mulai membuat divisi resale internal. Mereka menyadari bahwa jika mereka tidak mengendalikan pasar barang bekas mereka sendiri, pihak ketiga seperti The RealReal yang akan meraup keuntungannya.
Beberapa merek bahkan mulai merancang pakaian dengan “paspor digital” (menggunakan teknologi blockchain) yang memungkinkan pelacakan kepemilikan dan keaslian sepanjang masa hidup pakaian tersebut. Ini membuktikan bahwa sirkularitas kini telah terintegrasi ke dalam desain awal, bukan sekadar pemikiran setelah produk terjual.
5. Tantangan dan Masa Depan Fashion Sirkular
Meski tumbuh pesat, tantangan tetap ada. Masalah logistik dalam pengumpulan barang bekas, standarisasi kondisi barang, dan jejak karbon dari pengiriman internasional menjadi pekerjaan rumah yang besar. Namun, dengan kemajuan teknologi pemilahan tekstil otomatis di tahun 2026, efisiensi sirkularitas diprediksi akan terus meningkat.
Kesimpulan: Era Baru Kemewahan Fashion di Amerika Serikat kini bukan lagi tentang siklus “beli-pakai-buang”. Kita berada di era “beli-pakai-jual” atau “wariskan”. Circular fashion telah membuktikan bahwa gaya hidup berkelanjutan tidak harus mengorbankan estetika atau kemewahan. Sebaliknya, ia menambah dimensi baru dalam fashion: kedalaman cerita.
Mengenakan barang vintage di tahun 2026 adalah tanda bahwa Anda adalah konsumen yang cerdas, berbudaya, dan bertanggung jawab. Seperti yang sering dikatakan para pecinta vintage di New York, “New is easy, but style is timeless.”

