Grandpacore: Terinspirasi dari lemari kakek—pikirkan cardigan rajut, rompi motif retro, dan sepatu loafers. Gaya ini mengutamakan kenyamanan namun tetap terlihat “terpelajar.“

Kebangkitan Grandpacore: Mengapa Gaya “Kuno” Menjadi Puncak Modernitas
Oleh: JETSPIN88
Pada Tanggal: 14/02/2026
Dunia fashion sering kali bergerak dalam siklus yang liar. Kita telah melihat kembalinya gaya futuristik era 2000-an (Y2K), minimalis ala 90-an, hingga gaya olahraga yang sangat teknis. Namun, di tengah hiruk-pikuk tren yang berganti setiap minggu di media sosial, muncul sebuah gerakan yang justru melambat, menoleh ke belakang, dan menemukan kenyamanan dalam tumpukan pakaian lama. Selamat datang di era Grandpacore.
Secara harfiah, Grandpacore adalah estetika yang mengambil inspirasi dari lemari pakaian pria lanjut usia. Pikirkan tentang kakek yang sedang duduk di kursi goyang sambil membaca koran, mengenakan cardigan rajut yang sudah mulai menipis di bagian siku, celana bahan dengan lipatan setrika yang tajam, dan sepatu loafers yang sudah disemir ribuan kali.
Namun, mengapa anak muda dari Gen Z hingga Milenial kini terobsesi dengan tampilan ini?
Filosofi di Balik Rajutan: Lebih dari Sekadar Pakaian
Grandpacore bukan sekadar tren visual; ini adalah respons emosional terhadap dunia yang semakin digital dan cepat.
-
Kenyamanan yang Nostalgik: Di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global, manusia cenderung mencari rasa aman. Pakaian kakek yang longgar, berbahan lembut seperti wol atau kasmir, memberikan rasa “pelukan” yang tidak bisa diberikan oleh celana jin ketat atau pakaian sintetis fast fashion.
-
Penolakan Terhadap Fast Fashion: Grandpacore sangat erat kaitannya dengan gerakan thrifting (berbelanja pakaian bekas). Tren ini mendorong orang untuk mencari barang berkualitas tinggi yang tahan lama—sama seperti kakek kita yang mungkin memakai jas yang sama selama 30 tahun.
-
Estetika “Eclectic Academic”: Ada elemen intelektual dalam gaya ini. Dengan rompi rajut dan kacamata berbingkai tebal, pemakainya terlihat seperti seseorang yang menghabiskan waktu di perpustakaan daripada di klub malam. Ini adalah perayaan atas ketenangan dan kebijaksanaan.
Elemen Kunci Pembentuk Gaya Grandpacore
Untuk menguasai gaya ini tanpa terlihat seperti sedang mengenakan kostum karnaval, Anda harus memahami komponen-komponen utamanya:
1. Cardigan dan Rompi Rajut (The Knitwear)
Ini adalah jantung dari Grandpacore. Semakin terlihat “buatan tangan” atau memiliki motif retro (seperti Argyle atau pola geometris 70-an), semakin baik.
-
Kunci Gaya: Carilah potongan yang sedikit oversized. Pastikan bahannya tebal. Jika Anda menemukan cardigan dengan kancing berbahan kayu atau kulit, itu adalah harta karun.
2. Celana Berpotongan Lebar (Relaxed Trousers)
Lupakan celana skinny. Grandpacore mengandalkan celana bahan (slacks), celana corduroy, atau celana chino dengan potongan lurus atau lebar (wide leg).
-
Detail Penting: Tekstur adalah segalanya. Celana berbahan wol atau katun tebal dengan lipatan depan (pleats) akan memberikan siluet yang elegan namun santai.
3. Sepatu yang “Sopan”
Alas kaki dalam tren ini harus membumi. Sepatu loafers kulit, sepatu Oxford, atau bahkan sandal kakek yang dipakai dengan kaus kaki putih tebal adalah pilihan utama.
-
Sentuhan Modern: Untuk gaya yang lebih santai, sepatu kets klasik seperti New Balance atau Adidas Samba juga bisa masuk ke dalam kategori ini selama dipadukan dengan tepat.
4. Aksesoris yang Bercerita
Topi baret, topi flat cap, ikat pinggang kulit tua, dan jam tangan analog dengan strap kulit adalah pelengkap sempurna. Jangan lupa tas kulit model briefcase atau tas selempang kanvas yang terlihat usang.
Cara Mengadopsi Grandpacore di Tahun 2024
Bagaimana cara memakai gaya ini di iklim tropis seperti Indonesia atau untuk kegiatan sehari-hari agar tetap terlihat relevan?
Padu Padan untuk Pemula
Mulailah dengan satu item kunci. Misalnya, padukan celana jin favorit Anda dengan rompi rajut di atas kaos putih polos. Ini adalah cara termudah untuk mencicipi Grandpacore tanpa merasa terlalu “tua”.
Bermain dengan Tekstur
Rahasia dari gaya kakek yang keren adalah kontras tekstur. Padukan kemeja poplin yang licin dengan cardigan wol yang kasar. Tambahkan celana corduroy yang memiliki garis-garis vertikal unik. Perpaduan ini menciptakan kedalaman pada penampilan Anda.
Palet Warna “Bumi”
Grandpacore identik dengan warna-warna tanah: cokelat tua, hijau zaitun, krem, kuning mustard, dan merah marun. Warna-warna ini sangat mudah dipadupadankan dan memberikan kesan hangat serta tenang.
Mengapa Tren Ini Akan Bertahan Lama?
Tidak seperti tren “Core” lainnya yang datang dan pergi dalam hitungan bulan, Grandpacore memiliki fondasi yang kuat pada kualitas dan utilitas. Pakaian kakek dirancang untuk fungsi, bukan sekadar gaya. Karena alasan inilah, banyak desainer kelas atas seperti Gucci, Prada, dan Tyler, The Creator (lewat brand-nya Golf Le Fleur) terus mempopulerkan estetika ini di panggung runway.
Grandpacore mengajarkan kita bahwa menjadi keren tidak harus selalu mengikuti apa yang terbaru. Terkadang, keren berarti menghargai masa lalu, merawat apa yang kita miliki, dan berani tampil berbeda dengan cara yang paling bersahaja.
Kesimpulan
Grandpacore adalah perayaan atas kenyamanan, keberlanjutan, dan karakter individu. Ia mengajak kita untuk tidak terlalu serius dalam berpakaian namun tetap menghargai estetika yang rapi dan terpelajar. Jadi, sebelum Anda pergi ke mal untuk membeli koleksi terbaru, cobalah intip lemari kakek atau kunjungi toko barang bekas terdekat. Siapa tahu, gaya terbaik Anda berikutnya sedang tergantung di sana, menunggu untuk dihidupkan kembali.

